Kamis, 08 November 2012

Saat Teduh

"Hati Yang Baru" 
(Bacalah Yehezkiel 36:24-28)

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat." (Yehezkiel 36:26)

Hidupku berubah total setelah suamiku bunuh diri. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana masa depanku bersama ketiga anak perempuan kami. Aku serasa memikul beban yang berat. Aku harus membesarkan mereka seorang diri. Rasa takut dan khawatir membuatku tak berdaya. Karena begitu yakin bahwa penderitaan ini tidak akan berakhir, aku menutup pintu hatiku. Seperti kata-kata Yezekiel, hatiku keras.

Ketakutan, keraguan, penderitaan atau dukacita dapat membuat hati kita keras. Tetapi, Allah berjanji untuk membarui hati kita. Menyediakan waktu untuk berdoa membuat aku dapat meletakkan semua beban dan memperoleh bimbingan dari-NYA. Memuji Allah menolongku untuk memandang kepada Dia yang mengasihiku dan berjalan di sisiku melalui lembah bayang maut. Saat aku mengundang Allah memasuki hidupku yang terluka, kasih dan anugerah membangkitkan hatiku. Allah yang setia terhadap janji-NYA memberi hati yang baru, yang penuh dengan pengharapan dan kerinduan untuk menolong orang lain. Allah telah mengubah dukacita menjadi sukacita, reruntuhan menjadi bentuk yang indah, dan kematian menjadi hidup.

Doa : Allah yang kuat dan benar, tolong kami menyerahkan semua beban kami kepada-Mu dan biarlah sentuhan pemulihan-Mu memberikan kami hati yang baru. Amin.

Pokok pikiran : Kasih Allah mampu melembutkan hati yang paling keras.

Doa syafaat : Keluarga-keluarga yang kehilangan anggotanya karena bunuh diri.



Tuhan Yesus Memberkati ;)

Sejarah Pohon Natal

Versi 1
Rangkaian bunga suci yang disebut “Holly Berries” juga dipersembahkan kepada dewa Matahari. Sedangkan batang pohon Yule dianggap sebagai wujud dari dewa matahari. Begitu pula menyalakan lilin yang terdapat dalam upayara Kristen hanyalah kelanjutan dari kebiasaan kafir, sebagai tanda penghormatan terhadap dewa matahari yang bergeser menempati angkasa sebelah selatan.

Encyclopedia Americana menjelaskan sebagai berikut:
“The Holly, the Mistletoe, the Yule log …are relics of pre-Christian times.”
“Rangkaian bunga Holly, pohon Mistletoe dan batang pohon Yule…yang dipakai sebagai penghias malam Natal adalah warisan dari zaman sebelum Kristen.”
Sedangkan buku Answer to Question yang ditulis oleh Frederick J. Haskins menyebutkan bahwa:
“The use of Christmas wreath is believed by authorities to be traceable to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at the feast which took place at the same time as Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to the Christian Era.”
ARTINYA;
“Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah berhala (paganisme), yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno, yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen.”
Santa Claus bukan ajaran yang berasal dari paganisme, tetapi juga bukan ajaran Kristen. Sinterklas ini adalah ciptaan seorang pastur yang bernama “Santo Nicolas” yang hidup pada abad ke empat Masehi. Hal ini dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica, volume 19 halaman 648-649, edisi kesebelas, yang berbunyi sebagai berikut:
“St. Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6th of December… A Legent of his surreptitious bestowal of dowries on the three daughters of an improverrished citizen… is said to have originated the old custom of giving presents in secret on the Eve of St. Nicholas (Dec.6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of Christmas with Santa Claus…”
ARTINYA:
“St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tanggal 6 Desember…Legenda ini berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga anak wanita miskin… untuk melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya tarkaitlah antara hari Natal dan Santa Claus…”
St-Nicholas
Sungguh merupakan kejanggalan! Orang tua menghukum anaknya yang berkata bohong. Tetapi di saat menjelang Natal, mereka membohongi anak-anak dengan cerita Sinterklas yang memberikan hadiah di saat mereka tidur. Bukankah ini suatu keanehan, ketika anak-anak menginjak dewasa dan mengenal kebenaran, pasti akan beranggapan bahwa Tuhan hanyalah mitos atau dongeng belaka?
Dengan cara ini tidak sedikit orang yang merasa tertipu, dan mereka pun mengatakan:
“Ya, saya akan membongkar pula tentang mitos Yesus Kristus!”
Inikah ajaran Kristen yang mengajarkan mitos dan kebohongan kepada anak-anak? Padahal Tuhan sudah mengatakan:
“Janganlah menjadi saksi palsu. Dan ada cara yang menurut manusia betul, tetapi sebenarnya itu adalah ke jalan kematian dan kesesatan.”
Oleh karena itu, upacara “Si Santa Tua” itu juga merupakan Setan.
Di dalam kitab suci telah dijelaskan sebagai berikut:
“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang. Jadi itu bukanlah hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.” (II Korintus 11:14)
Dari bukti-bukti nyata yang telah kita ungkap tadi dapatlah diambil kesimpulan, bahwa perayaan Natal atau Christmas itu bukanlah ajaran Kristen yang sebenarnya, melainkan kebiasaan para penyembah berhala (Paganis). Ia warisan dari kepercayaan kuno Babilonia ribuan tahun yang lampau.
KATA BIBEL TENTANG POHON NATAL
Bagaimana Bibel berbicara tentang Natal, atau mencatat pandangan para murid Yesus atau bapak-bapak geraja awal. Jawabannya sungguh sangat mengejutkan bagi kalangan Kristen sendiri. Sebagaimana yang dikatakan Bibel (Alkitab) pada kitab Yeremia 10:2-4 yang berbunyi sebagai berikut:
“Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan.”
“Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?
Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.”
Itulah keterangan yang jelas dari Bibel tentang pohon Natal. Kita dilarang mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Sebab hal itu merupakan perbuatan yang sesat menyekutukan Tuhan. Pada ayat kelima dijelaskan bahwa:
“Pohon itu tidak bisa berbicara, dan orang harus mengangkatnya, karena ia tidak bisa berjalan sendiri.”
“Janganlah takut kepadanya, sebab ia tidak dapat berbuat jahat, juga tidak dapat berbuat baik.”
Sebab mereka bukanlah dewa yang harus ditakuti. Bagi mereka yang tidak pernah membaca atau yang melupakan ayat ini, beranggapan bahwa tidak ada larangan untuk membuat pohon Natal.

Versi 2
 Kisah Pohon Natal merupakan bagian dari riwayat hidup St. Bonifasius, yang nama aslinya adalah Winfrid. St. Bonifasius dilahirkan sekitar tahun 680 di Devonshire, Inggris. Pada usia lima tahun, ia ingin menjadi seorang biarawan; ia masuk sekolah biara dekat Exeter dua tahun kemudian. Pada usia empatbelas tahun, ia masuk biara di Nursling dalam wilayah Keuskupan Winchester. St. Bonifasius seorang yang giat belajar, murid abas biara yang berpengetahuan luas, Winbert. Kelak, Bonifasius menjadi pimpinan sekolah tersebut.

Pada waktu itu, sebagian besar penduduk Eropa utara dan tengah masih belum mendengar tentang Kabar Gembira. St. Bonifasius memutuskan untuk menjadi seorang misionaris bagi mereka. Setelah satu perjuangan singkat, ia mohon persetujuan resmi dari Paus St. Gregorius II. Bapa Suci menugaskannya untuk mewartakan Injil kepada orang-orang Jerman. (Juga pada waktu itu St. Bonifasius mengubah namanya dari Winfrid menjadi Bonifasius). St. Bonifasius menjelajah Jerman melalui pegunungan Alpen hingga ke Bavaria dan kemudian ke Hesse dan Thuringia. Pada tahun 722, paus mentahbiskan St. Bonifasius sebagai uskup dengan wewenang meliputi seluruh Jerman. Ia tahu bahwa tantangannya yang terbesar adalah melenyapkan takhayul kafir yang menghambat diterimanya Injil dan bertobatnya penduduk. Dikenal sebagai “Rasul Jerman”, St. Bonifasius terus mewartakan Injil hingga ia wafat sebagai martir pada tahun 754. Marilah kita memulai cerita kita tentang Pohon Natal.

Dengan rombongan pengikutnya yang setia, St. Bonifasius sedang melintasi hutan dengan menyusuri suatu jalan setapak Romawi kuno pada suatu Malam Natal. Salju menyelimuti permukaan tanah dan menghapus jejak-jejak kaki mereka. Mereka dapat melihat napas mereka dalam udara yang dingin menggigit. Meskipun beberapa di antara mereka mengusulkan agar mereka segera berkemah malam itu, St. Bonifasius mendorong mereka untuk terus maju dengan berkata, “Ayo, saudara-saudara, majulah sedikit lagi. Sinar rembulan menerangi kita sekarang ini dan jalan setapak enak dilalui. Aku tahu bahwa kalian capai; dan hatiku sendiri pun rindu akan kampung halaman di Inggris, di mana orang-orang yang aku kasihi sedang merayakan Malam Natal. Oh, andai saja aku dapat melarikan diri dari lautan Jerman yang liar dan berbadai ganas ini ke dalam pelukan tanah airku yang aman dan damai! Tetapi, kita punya tugas yang harus kita lakukan sebelum kita berpesta malam ini. Sebab sekarang inilah Malam Natal, dan orang-orang kafir di hutan ini sedang berkumpul dekat pohon Oak Geismar untuk memuja dewa mereka, Thor; hal-hal serta perbuatan-perbuatan aneh akan terjadi di sana, yang menjadikan jiwa mereka hitam. Tetapi, kita diutus untuk menerangi kegelapan mereka; kita akan mengajarkan kepada saudara-saudara kita itu untuk merayakan Natal bersama kita karena mereka belum mengenalnya. Ayo, maju terus, dalam nama Tuhan!”

Mereka pun terus melangkah maju dengan dikobarkan kata-kata semangat St. Bonifasius. Sejenak kemudian, jalan mengarah ke daerah terbuka. Mereka melihat rumah-rumah, namun tampak gelap dan kosong. Tak seorang pun kelihatan. Hanya suara gonggongan anjing dan ringkikan kuda sesekali memecah keheningan. Mereka berjalan terus dan tiba di suatu tanah lapang di tengah hutan, dan di sana tampaklah pohon Oak Kilat Geismar yang keramat. “Di sini,” St. Bonifasius berseru sembari mengacungkan tongkat uskup berlambang salib di atasnya, “di sinilah pohon oak Kilat; dan di sinilah salib Kistus akan mematahkan palu sang dewa kafir Thor.”

Di depan pohon oak itu ada api unggun yang sangat besar. Percikan-percikan apinya menari-nari di udara. Warga desa mengelilingi api unggun menghadap ke pohon keramat. St. Bonifasius menyela pertemuan mereka, “Salam, wahai putera-putera hutan! Seorang asing mohon kehangatan api unggunmu di malam yang dingin.” Sementara St. Bonifasius dan para pengikutnya mendekati api unggun, mata orang-orang desa menatap orang-orang asing ini. St. Bonifasius melanjutkan, “Aku saudaramu, saudara bangsa German, berasal dari Wessex, di seberang laut. Aku datang untuk menyampaikan salam dari negeriku, dan menyampaikan pesan dari Bapa-Semua, yang aku layani.”

Hunrad, pendeta tua dewa Thor, menyambut St. Bonifasius beserta para pengikutnya. Hunrad kemudian berkata kepada mereka, “Berdirilah di sini, saudara-saudara, dan lihatlah apa yang membuat dewa-dewa mengumpulkan kita di sini! Malam ini adalah malam kematian dewa matahari, Baldur yang Menawan, yang dikasihi para dewa dan manusia. Malam ini adalah malam kegelapan dan kekuasaan musim dingin, malam kurban dan kengerian besar. Malam ini Thor yang agung, dewa kilat dan perang, kepada siapa pohon oak ini dikeramatkan, sedang berduka karena kematian Baldur, dan ia marah kepada orang-orang ini sebab mereka telah melalaikan pemujaan kepadanya. Telah lama berlalu sejak sesaji dipersembahkan di atas altarnya, telah lama sejak akar-akar pohonnya yang keramat disiram dengan darah. Sebab itu daun-daunnya layu sebelum waktunya dan dahan-dahannya meranggas hingga hampir mati. Sebab itu, bangsa-bangsa Slav dan Saxon telah mengalahkan kita dalam pertempuran. Sebab itu, panenan telah gagal, dan gerombolan serigala memporak-porandakan kawanan ternak, kekuatan telah menjauhi busur panah, gagang-gagang tombak menjadi patah, dan babi hutan membinasakan pemburu. Sebab itu, wabah telah menyebar di rumah-rumah tinggal kalian, dan jumlah mereka yang tewas jauh lebih banyak daripada mereka yang hidup di seluruh dusun-dusunmu. Jawablah aku, hai kalian, tidakkah apa yang kukatakan ini benar?” Orang banyak menggumamkan persetujuan mereka dan mereka mulai memanjatkan puji-pujian kepada Thor.

Ketika suara-suara itu telah reda, Hunrad mengumumkan, “Tak satu pun dari hal-hal ini yang menyenangkan dewa. Semakin berharga persembahan yang akan menghapuskan dosa-dosa kalian, semakin berharga embun merah yang akan memberi hidup baru bagi pohon darah yang keramat ini. Thor menghendaki persembahan kalian yang paling berharga dan mulia.”       

Dengan itu, Hunrad menghampiri anak-anak, yang dikelompokkan tersendiri di sekeliling api unggun. Ia memilih seorang anak laki-laki yang paling elok, Asulf, putera Duke Alvold dan isterinya, Thekla, lalu memaklumkan bahwa anak itu akan dikurbankan untuk pergi ke Valhalla guna menyampaikan pesan rakyat kepada Thor. Orang tua Asulf terguncang hebat. Tetapi, tak seorang pun berani berbicara.

Hunrad menggiring anak itu ke sebuah altar batu yang besar antara pohon oak dan api unggun. Ia mengenakan penutup mata pada anak itu dan menyuruhnya berlutut dan meletakkan kepalanya di atas altar batu. Orang-orang bergerak mendekat, dan St. Bonifasius menempatkan dirinya dekat sang pendeta. Hunrad kemudian mengangkat tinggi-tinggi palu dewa Thor keramat miliknya yang terbuat dari batu hitam, siap meremukkan batok kepala Asulf yang kecil dengannya. Sementara palu dihujamkan, St. Bonifasius menangkis palu itu dengan tongkat uskupnya sehingga palu terlepas dari tangan Hunrad dan patah menjadi dua saat menghantam altar batu. Suara decak kagum dan sukacita membahana di udara. Thekla lari menjemput puteranya yang telah diselamatkan dari kurban berdarah itu lalu memeluknya erat-erat.  

St. Bonifasius, dengan wajahnya bersinar, berbicara kepada orang banyak, “Dengarlah, wahai putera-putera hutan! Tidak akan ada darah mengalir malam ini. Sebab, malam ini adalah malam kelahiran Kristus, Putera Bapa Semua, Juruselamat umat manusia. Ia lebih elok dari Baldur yang Menawan, lebih agung dari Odin yang Bijaksana, lebih berbelas kasihan dari Freya yang Baik. Sebab Ia datang, kurban disudahi. Thor, si Gelap, yang kepadanya kalian berseru dengan sia-sia, sudah mati. Jauh dalam bayang-bayang Niffelheim ia telah hilang untuk selama-lamanya. Dan sekarang, pada malam Kristus ini, kalian akan memulai hidup baru. Pohon darah ini tidak akan menghantui tanah kalian lagi. Dalam nama Tuhan, aku akan memusnahkannya.” St. Bonifasius kemudian mengeluarkan kapaknya yang lebar dan mulai menebas pohon. Tiba-tiba terasa suatu hembusan angin yang dahsyat dan pohon itu tumbang dengan akar-akarnya tercabut dari tanah dan terbelah menjadi empat bagian.

Di balik pohon oak raksasa itu, berdirilah sebatang pohon cemara muda, bagaikan puncak menara gereja yang menunjuk ke surga. St. Bonifasius kembali berbicara kepada warga desa, “Pohon kecil ini, pohon muda hutan, akan menjadi pohon kudus kalian mulai malam ini. Pohon ini adalah pohon damai, sebab rumah-rumah kalian dibangun dari kayu cemara. Pohon ini adalah lambang kehidupan abadi, sebab daun-daunnya senantiasa hijau. Lihatlah, bagaimana daun-daun itu menunjuk ke langit, ke surga. Biarlah pohon ini dinamakan pohon kanak-kanak Yesus; berkumpullah di sekelilingnya, bukan di tengah hutan yang liar, melainkan dalam rumah kalian sendiri; di sana ia akan dibanjiri, bukan oleh persembahan darah yang tercurah, melainkan persembahan-persembahan cinta dan kasih.”  

Maka, mereka mengambil pohon cemara itu dan membawanya ke desa. Duke Alvold menempatkan pohon di tengah-tengah rumahnya yang besar. Mereka memasang lilin-lilin di dahan-dahannya, dan pohon itu tampak bagaikan dipenuhi bintang-bintang. Lalu, St. Bonifasius, dengan Hundrad duduk di bawah kakinya, menceritakan kisah Betlehem, Bayi Yesus di palungan, para gembala, dan para malaikat. Semuanya mendengarkan dengan takjub. Si kecil Asulf, duduk di pangkuan ibunya, berkata, “Mama, dengarlah, aku mendengar para malaikat itu bernyanyi dari balik pohon.” Sebagian orang percaya apa yang dikatakannya benar; sebagian lainnya mengatakan bahwa itulah suara nyanyian yang dimadahkan oleh para pengikut St. Bonifasius, “Kemuliaan bagi Allah di tempat mahatinggi, dan damai di bumi; rahmat dan berkat mengalir dari surga kepada manusia mulai dari sekarang sampai selama-lamanya.”

Sementara kita berkumpul di sekeliling Pohon Natal kita, kiranya kita mengucap syukur atas karunia iman, senantiasa menyimpan kisah kelahiran Sang Juruselamat dalam hati kita, dan menyimak nyanyian pujian para malailat. 



Versi 3
 Kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi dimulai dari Jerman. Pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohon cemara, atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16.
 Saat penduduk  Jerman menyebar ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evergreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. Dari catatan yang ada, orang Jerman di Pennsylvania Amerika Serikat memajang pohon N atal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.

Pohon Natal bukanlah suatu keharusan di gereja maupun dirumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain "evergreen". Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan "hidup kekal", sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya.

Pemasangan pohon cemara, baik asli maupun yang terbuat dari plastik, di tengah kota atau di tempat-tempat umum pun menjadi pemandangan biasa menjelang Natal. Salah satu yang terbesar adalah pohon yang ada di RockefellerCenter di 5th Avenue New York Amerika Serikat.

Legenda
Ada beberapa legenda/cerita yang beredar di kalangan orang Kristen sendiri mengenai asal mula pohon natal.

Pengalaman "supranatural" Santo Bonifacius

Menurut sebuah legenda, ada seorang rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifacius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis. Suatu hari dalam perjalanannya dia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon oak. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib St. Boniface merobohkan pohon oak tersebut dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon oak yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.

 Martin Luther dan pohon cemaranya
Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

Kontroversi
Terlepas dari kebenaran kisah-kisah di atas, hingga hari ini pemasangan Pohon Natal masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat Kristen. Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tgl 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Demikian pula hari Minggu adalah hari untuk menyembah dewa matahari sesuai dari arti kata Zondag, Sunday atau Sonntag. Perlu diketahui juga bahwa dewa-dewa matahari lainnya, seperti Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Demikian pula Dewa matahari Horus dan Apollo lahir pada tanggal 28 Desemb er.

Maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap ini sebagai pemujaan dewa matahari. Pemasangan pohon itu dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala. Reaksi penolakan itu bahkan awalnya sempat diwarnai keputusan pemerintah Jerman untuk mendenda siapa pun yang memasang pohon cemara sebagai pohon Natal.

Hal itu mulai berubah, saat gambar Ratu Victoria dari Inggris, Pangeran Albert dari Jerman, dan anak-anaknya dengan latar pohon cemara, diilustrasikan di London News. Karena sosok Victoria yang sangat populer, pemuatan gambar itu di media massa pun membuat pohon cemara menjadi pilihan lazim sebagai pohon Natal.

Tradisi
Setelah masyarakat AS mengikuti jejak Inggris menggunakan pohon cemara pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, duniakita.info industri pun semakin berkembang dan merambah ke berbagai negara. Termasuk industri berbagai hiasan pohon Natal seperti bola-bola yang digantung, pernak-pernik Santa Claus, tinsel (semacam tali berumbai yang dililitkan ke pohon), dan lainnya.

Karena penggunaan pohon cemara merupakan tradisi Eropa, ekspresi sukacita yang dilambangkan dengan berbagai dekorasi itu berbeda-beda di setiap negara. Indonesia dan Filipina menjadi negara yang sangat terpengaruh tradisi Eropa itu sampai akhirnya para umat Kristen membeli pohon buatan tapi yang penting berbentuk cemara.

Di Afrika Selatan keberadaan pohon Natal bukanlah sesuatu yang umum. Sementara masyarakat India, lebih memilih pohon mangga dan pohon pisang.



Versi 4
Sejarah pohon natal dimulai dari Jerman.
Konon Bangsa Jerman kuno memiliki kebiasaan memasang batang pohon (lengkap dengan cabang-cabang dan daun-daunnya) di tempat tinggal mereka untuk mengusir ‘bad spirit’, dan sebagai simbol agar musim semi cepat tiba.
Kebiasaan ini telah dimiliki pada zaman dahulu bahkan sebelum kitab-kitab suci dibawa oleh para nabi.
Pada saat kristen menyebar di Jerman, gereja tidak menyukai kebiasaan tersebut dan melarangnya.
Sekitar abad ke-12, seorang pemilik bakery memiliki ide untuk menaruh batang pohon tersebut dalam keadaan terbalik dan hal ini disetujui oleh gereja katolik.
Setelah protestan muncul, Martin Luther King mempopulerkan dengan posisi natural seperti pohon pada umumnya dan dihiasi dengan lilin-lilin untuk menunjukkan pada anak-anaknya bagaimana bintang-bintang berkilauan di langit yang kelam.
Dan seiring dengan waktu, pohon natal pun didekorasi dengan hiasan-hiasan menarik seperti lampu-lampu, angel, bahkan cokelat dan apel.
Pohon natal pertama di Inggris datang karena raja Georgian yang berasal dari Jerman.
Pada saat itu rakyat Inggris kurang bersimpati pada monarki Jerman sehingga trend tersebut tidak merakyat di kalangan mereka.
Pada tahun 1846 ratu Victoria dan pangeran Jermannya, Albert digambarkan oleh London News berdiri beserta kedua anak mereka mengelilingi pohon natal.
Karena ratu Victoria sangat populer di hati rakyat, segeralah pohon natal menjadi trend di kalangan rakyat Inggeris bahkan menyebar hingga ke pantai timur Amerika.
Pohon natal pertama di Amerika konon bermula di Pennsylvania yang dipopulerkan oleh pendatang yang berasal dari Jerman.
Secara tradisional, pohon natal di Jerman dipasang dan dihias pada tanggal 24 Desember saat malam natal, hingga setelah dua belas hari yakni tanggal 6 Januari.
Tetapi ada juga pendapat yang menyatakan bahwa kebiasaan memasang pohon natal pertama kali di Amerika dipopulerkan oleh tentara Jerman Hessian.
Jenis-jenis pohon natal yang biasa digunakan di Eropa:
Silver Fir : Abies alba (the original species)
Nordman Fir : Abies nordmanniana
Noble Fir : Abies procera
Norway spruce Picea abies (the cheapest)
Serbian spruce : Picea omorika
Scots Pine: Pinus sylvestris
Amerika:
Balsam Fir : Abies balsamea
Fraser Fir : Abies fraseri
Grand Fir : Abies grandis
Noble Fir : Abies procera
Red Fir : Abies magnifica
Douglas Fir seudotsuga menziesii
Scots Pine: Pinus sylvestris
Stone Pine : Pinus pinea
Hingga saat ini, perayaan Natal yang identik dengan pohon natal tak bisa dilepaskan dalam perayaan untuk menyambut hari Kelahiran Tuhan Yesus.
Namun pohon natal hanya lah sebagai symbol, jangan sampai hanya karena pohon natal saja kita tidak merenungi dan menghayati arti dari natala itu sendiri.
Dan janganlah pohon natal dijadikan alat untuk saling beradu sombong karena ada anggapan bahwa gereja yang menggunakan pohon natal yang bagus akan mendapat pujian dari para jemaatnya.
Semoga dalam menanti datangnya natal, kita semua dapat melakukan renungan akan apa yang telah kita perbuat untuk Tuhan Yesus, apa yang telah kita berikan kepada Tuhan Yesus, apakah kita telah memuliakan namaNya dan apakah kita telah memiliki iman percaya yang teguh…

Jesus bless us :)

ssttt!!

hei guys/girls, cowok ngejar2 cewek sekarang uda gak jaman!

Slalu aj  maen FB, baca2 dikit, tp kenapa ya stats kbnyakan  yang membahas tentang sakit hati krn pacar, bagaimana cara PDKT sama cewe, macarin cewe beda ras/agama/finansial, sampe trit yang ngajarin cara 'nyikat' cewe a.k.a ML


Who do you think you are GIRL????

 aq jg heran knp di sini isinya cowok2 lemah yg selaluuuuu aja ngejar2 cewe atau berpikir bagaimana mempertahankan hubungan romansa dgn si cewe

Mulai sekarang, mau ga kita tukar posisi ? Apakah kalian (girls) sanggup membayangkan bila kalian yg selalu mencari cara mendapatkan cowo yg kalian inginkan? bahkan kalian dituntut berpikir bagaimana mempertahankan hubungan kalian?
You dont like it ? Unfortunately u have to do it

1. Populasi cewe jaman sekarang makin BANYAK. Dalam teori ekonomi barang yg makin banyak itu PASTI makin turun nilai real nya.

2. Cewe-cewe paket goceng (cantik+pintar+tajir) jaman sekarang berseliweran dimana-mana. Beda hal kalo kalian hidup di jaman bokap nyokap kita. Ini berkat karena asupan gizi yg semakin baik dan kemajuan teknologi kecantikan.

3. Cewe umumnya pada takut jika akan masuk kepala 30 tahun. Artinya si cewe sebaiknya sudah menikah sebelum 30 tahun. Sedangkan cowok (secara sosial) ga ngaruh nikah umur berapa pun.
Ini perumpamaan aq aja ya ibaratnya "lo para cewe lebih pilih mana antara menikah dgn cowok paket goceng (muka = finansial = kepribadian = BIASA AJA) atau lo milih tidak menikah ? okayy let say lo SANGGUP memutuskan tidak menikah. Tapiiii apa lo sanggup dengan tekanan orang tua lo yg pengen gendong cucuk? sanggup denger omongan sekitar lo bahwa lo blom kimpoi di usia yg cukup tua? awas ada perawan tuwaaaa

Hei boys! Apa yg mesti lo takutin sih
Takut ga dapet cewe cakep? cewe jaman sekarang kalo giginya berantakan tinggal di behel! kalo kulitnya hitam tinggal suntik putih! kalo hidungnya pesek tinggal suntik botox!
Takut ga dapet cewe pintar ? yaelah sarjana bahkan magister dari kalangan cewe pun selalu meningkat jumlahnya
Takut ga dapet cewe tajir ? GDP Indonesia aja trendnya naik terus, secara gak langsung kehidupan masyarakat juga semakin baik.


Dont too much worry guys  Cewe kayak gitu tersedia banyak di jaman edan kayak sekarang  (perhatikan: aq tidak sdg membicarakan cewe innerbeauty atau baik hati,itu beda konteks)

Hei girls! coba sekarang kalian menghadap kaca dan tanya sama tuh kaca rias "emangnya selama ini aq dandan untuk siapa? Apa tujuannya?" Kalo aq jadi kaca itu pasti  Aq jawab "lo dandan cantik supaya dipilih cowok"[kenyataan pahit ].
Ingat yaaa "dipilih" bukan "memilih".
Kalian takut ga dapet cowok OKE (bebet bibit bobot) karena apaaaaa??? Tentu dalam hati kalian sudah tau jawabnya sebab "cewek yg cantik pintar dan tajir di dunia ini SEMAKIN BANYAK". So what ? Sure yall have to fight to get what u want  ini sangat logis n masuk akal bahwa kalian berkompetisi dgn sesama jenis untuk dapetin cowo OK, kayak aq

aq yakin kalian girls membenarkan perkataan aq NAMUN gak mau menyatakan itu di sini SEBAB kalo itu terjadi, sehingga semua cowok tersadar dimana posisi mereka, maka cowok2 akan terbangun dr hayalan mereka slm ini.
Si cewe akan menghadapi kenyataan yang kejam dan akhirnya status-statusdi FB kebanyakan dipenuhi oleh  cewe yang judul Stats nya "eh jeng gimana sih cara deketin cowok badboy, dll" haha

yang aq mau tekankan:

1. hei boys kalian adalah pemilih, dan kalian girls adalah yang dipilih. Sounds bad? but it happen.

2. buat kalian boys, STOP JADI PEMUJA RAHASIA. Ngapain tiap malem lo korban perasaan mikirin kelakuan cewe yg lo suka. Tiap malem kirim sms, miscall pake privat number, mantau status facebook/twitter, liatin foto upload an nya dia tiap menit capek deeh . Kalo lo suka ya tembak aja langsung, dapet sukur ditolak yaudah. Misalnya lo ditolak kalo perlu bilang ama tuh cewe "cewe paket goceng kayak lo banyak tersedia di bumi tercinta ini" wkwkwk becanda

3. berhenti lah buat bikin stats yg isinya ngejar-ngejar cewe, PDKT sm cewe, atau cara macarin cewe beda agama/ras/finansial dll. Biarin aja mereka (girls) yg muter otak ngelakuin itu semua. Intinya buat kalian para cowo, berhenti lah jadi cowo lembek yg doyan nangis  gara2 diintimidasi dengan kelakuan cewe yg semena2, kelakuan cewe yg menganggap diri mereka lebih tinggi dan seolah wajib dikejar-kejar.

(Sori gw OOT sedikit) Lagian 2012 masih aja mewek ngejar/galau ditinggal cewek HAHAHA
Kalo lo ngomongin ginian tahun 2000 sih gpp. Wasting time banget mikirin cewe hari gini. Jaman sekarang obrolan nya bisnis bro  bantuin nih negara lo yg miskin ini pake pajak. Kalo kalian ud kaya, lo mau suruh cewe manjat tugu monas  jg mereka mau wkwkwk *sori lebay

PENTING DIPERHATIKAN.....
isi dari tulisan  ini bukan pendapat PS, tapi lebih kepada fakta (gw berbicara dengan alasan yg masuk akal). Jadi buat yg gak suka tulisan ini jangan ajak ke demokrasi yah, buat yang suka gw ga menolak komen.

Rabu, 07 November 2012

Sejarah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia


Pendahuluan
J.Huizinga (1872 – 1945) seorang ahli sejarah Belanda mengatakan bahwa sejarah adalah cara kebudayaan mempertanggungjawabkan masa silam. Dengan meneliti masa lampaunya, manusia mencoba untuk menjelaskan posisinya terhadap para pendahulu dan memahami dirinya sendiri. Untuk memberi arti kepada kehidupannya sendiri, manusia perlu juga memberi arti kepada kehidupan dan perbuatan pendahulunya yang menghasilkannya. Perbuatan para pendahulu diteliti, dimengerti dan dinilai. Singkatnya dipertanggungjawabkan untuk dapat mempertanggungjawabkan perbuatan manusia sekarang, baik yang berdasarkan langsung pada sejarah maupun yang justeru menentang perbuatan zaman lalu. Demikianlah manusia memperoleh penjelasan dan keterangan tentang situasinya pada waktu sekarang melalui konfrontasi dengan masa lampau yang menghasilkannya.
Demikianlah halnya bila kita ingin memahami keberadaan kita sebagai bagian dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Untuk memberi makna pada kehidupan dan pergumulan kita sekarang ini, maka kita 1juga perlu memberi arti pada kehidupan dan perbuatan para pendahulu kita sekarang ini, maka kita juga perlu memberi arti pada kehidupan kita pada masa lampau. Dan disinilah arti penting dari kita mempelajari sejarah GMKI. Sebab bagi GMKI sejarah tidak sekedar urutan waktu, kronik yang statis, tetapi   merupakan wahana mempelajari dialog masa lalu, dan secara kontenplatif dijadikan cermin melangkah ke depan. Sebab Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat manusia, juga adalah Tuhan sejarah.  Pada kesempatan ini, kita akan bersama-sama mencermati, dan memberi arti pada sejarah berkembangnya GMKI. Dan secara ringkas akan diuraikan GMKI dengan memilahnya dalam beberapa bagian yang meliputi Federasi Mahasiswa Kristen sedunia (WSCF), CSV, PMKI dan terbentuknya GMKI.
World Student Christian Federation (WSCF)
WSCF didirikan bulan Agustus 1895 di Wettern, Swedia. Pendirinya adalah Dr. John R. Mott. Cita-cita dari didirikannya organisasi ini adalah mengusahakan terciptanya kesetaraan antara sesama, dengan menghilangkan berbagai bentuk diskriminasi yang ada, juga harapan akan suatu persatuan sebagai tubuh Kristus. Cita-cita WSCF ini tercermin dalam mottonya yang berbunyi “UT OMNES UNUM SINT”.
Motto ini juga menggambarkan sifat dari organisasi ini yaitu oikumenis. Dan sejak tahun 1911, Federasi Mahasiswa Kristen sedunia ini membuka pintu bagi golongan-golongan lainn yang gigh memperjuangkan paham oikumenis di kalangan umat Kristen.
Christelijke Studenten Vereninging op Java (CSV op Java)
Pada awal abad XX, di Indonesia telah muncul berbagai sekolah menengah dan keahlian. Selain itu di beberapa tempat, juga telah berdir beberapa Perguruan Tinggi, seperti Tekhnologi di Bandung, pertanian/Peternakan di Bogor, Hukum dan Kedokteran di Jakarta. Di tempat-tempat ini, para pelajar dan mahasiswa juga telah membentuk berbagai organisasi kepemudaan, tidak terkecuali mahasiswa-mahasiswa Kristen.
Organisasi kepemudaan yang berciri Kristen mulai terbentuk sekitar tahun 1915 di Surabaya, dengan nama Jong India.  Organisasi ini dimulai terutama oleh mahasiswa Nederlandsch-Indische artsen School (NIAS). Keanggotaan organisasi ini terbuka bagi mereka yang non Kristen.  Sikap ini terus dipertahankan sampai beralih menjadi CSV op Java afdeeling Soerabaya. Program organisasi ini meliputi perkemahan, kelompok diskusi, PA sehingga memberi kesempatan kepada anggotanya memperlengkapi diri mereka dalam bidang Gereja dan masyarakat. Selain di Surabaya di tempat-tempat lain di Indonesia, juga bermunculan berbagai organisasi kepemudaan Kristen, dengan ciri sendiri-sendiri, dan belum ada pelayanan khusus yang diberikan kepada mereka.
Baru pada tahun 1923, Van Doorn seorang ahli kehutanan, yang juga aktifis NCSV bersama seorang mahasiswa kedokteran, yakni Johanis Leimena, melalui pelayanannya terhadap mahasiswa Kristen di Indonesia. Pelayana ini berkembang dalam bentuk kelompok-kelompok kecil dengan kegiatan : persekutuan doa, Penelaan Alkitab, diskusi bersama tentang berbagai masalah.  Dari kegiatan inilah, maka pada Tahun 1924      terbentuklah cabang CSV yang pertama yaitu Batavia CSV.
Pada tanggal 18 – 19 Februari 1926 di Bandung, diadakan Konferensi Pemuda Kristen. Konferensi ini diikuti oleh Johanes Leimena dan merupakan Konferensi pemuda se Indonesia yang pertama. Konferensi ini melahirkan beberapa keputusan penting yakni : 1). Agar setiap tahun diadakan kenferensi yang serupa, dan 2). Ditetapkan pusat kegiatan pemuda di jalan Kebun Sirih 44 yang menjadi markas dari batavia CSV.
Dalam konferensi tanggal 28 Desember 1932, di Kaliuran yang dihadiri oleh CSV Surabaya dan CSV Jakarta, serta beberapa mahasiswa Bandung, melahirkan pernyataan untuk membentuk CSV op Java. Sebagai ketua umum pertam, terpilih Dr. Johanes Leimena, Sekretaris Dr.  Van Doorn dan Bendahara Tan Tjoan Soei. Anggotanya pada waktu itu sekitar 90 orang (30 orang di Jakarta).  Walaupun kecil, namun CSV op Java berhasil meletakkan dasar-dasar pembinaan mahasiswa yang kemudian dilanjutkan oleh GMKI. Aspek pertama adalah kerja sama antar GMKI-GMK Asia, dan aspek kedua yang lebih penting adalah Semangat Persatuan Nasional.
Pada masa pendudukan Jepang, ada larangan bagi organisasi-organisasi untuk melakukan kegiatannya, khususnya organisasi yang dibentuk pada zaman Hindia Belanda. Larangan ini berlaku juga untuk CSV op Java, sehingga praktis sejak tahun 1942, secara organisatoris CSV op Java telah berhenti. Namundemikian pertemuan secara diam-diam antara sejumlah anggota masih dilakukan juga.
Setelah proklamasi kemerdekaan RI, pada akhir 1945 para mahasiswa hukum, kedokteran dan teologia yang berkumpul di jalan Pegangsaan Timur (STT Jakarta) membentuk perhimpunan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI), dan Dr. J. Leimena tetap terpilih sebagai ketua umum. Kegiatan-kegiatan PMKI ini juga sebenarnya tidak jauh berbeda dengan CSV op Java.
Pada masa tersebut, suasana revolusi sangat mewarnai perkembangan PMKI. Hal ini disebabkan anggota PMKI sebagian besar adalah mahasiswa yang memihak pada perjuangan kemerdekaan. Dan ini merupakan warisan dari para pemimpin CSV op Java yang juga memihak pada solidaritas kebangsaan Indonesia. Tetapi tidak lama setelah PMKI terbentuk, muncul pula suatu organisasi baru dengan menggunakan nama CSV. Cabang-cabangnya juga terdapat di Bandung, Bogor dan Surabaya.
Pada hakekatnya, pembentukan CSV baru pada awal tahun 1946 tidak dimaksudkan sebagai organisasi tandingan PMKI, bahkan pembentukannya direstui oleh pimpinan PMKI. Tetapi ada kesepakatan bahwa masing-masing organisasi tidak akan saling menyaingi dalam merekrut anggota.
Namun lambat laun, suasana permusuhan antara Indonewsia dan Belanda menjalar juga ke Organisasi pemuda ini. Sikap PMKI pada waktu itu adalah mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Para anggota CSV memandang perjuangan itu hanya dari sisi negatifnya saja.
Terbentuknya GMKI
Pada tanggal 8 – 10 Maret 1947, diadakan konferensi mahasiswa Indonesia di Malang. Konferensi ini menghasilkan wadah federasi dari organisasi-organisasi ekstra universiter. Wadah yang dibentuk ini bernama Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI). Empat organisasi lokal dan tiga buah organisasi yang berciri  agama dan berluang lingkup nasional membentuk organisasi ini. Organisasi tersebut adalah : HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), PMKI, PMKH (Perhimpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan) Bogor, PMD (Perhimpunan Mahasiswa Djakarta), PMJ (Perhimpunan Mahasiswa Jogkjakarta) dan HMM (Masyarakat Mahasiswa Malang).
Peranan PMKI dalam PPMI di masa revolusi itu cukup penting. Tetapi karena PPMI sangat terpengaruh dengan paham komunis pada waktu itu, maka akhirnya PMKI memutuskan untuk keluar dari PPMI. Baru pada tahun 1950-an, PMKI memperbaharui hubungan mereka kembali.
Tahun 1947, berlangsung KMB di Negeri Belanda. Salah satu keputusan yang penting dari KMB ini adalah mengakhiri pertikaian antara Indonesia dan Belanda. Dan segera dibentuk negara Indonesia Serikat. Ini berati bahwa pertentangan antara CSV-baru dan PMKI juga perlu  diselesaikan. Melalui pembicaraan para tokoh masing-masing organiasasi, pada tanggal 19 Februari 1950, bertempat di kediaman Leimena, mereka sepakat untuk mengadakan pertemuan. Dan nama yang dipilih untuk organisasi batu ini adalah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.
Dalam pertemuan ini Laimena menyampaikan pidato singkat yang cukup penting karena selain memberi ciri-ciri pokok pada GMKI, juga mengandung anjuran tentang langkah-langkah yang harus diambilnya.
“Tindakan ini adalah suatu tindakan historis bagi dunia mahasiswa umumnya dan masyarakat Kristen khususnya. GMKI menjadilah pelopor dari semua kebaktian yang akan dan yang mungkin harus dilakukan di Indonesia. GMKI jadilah suatu pusat, tempat latihan, dari mereka yang bersedia bertanggungjawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan dan kebaikan negara dan bangsa Indonesia. GMKI bukan merupakan suatu gesellscaft, tetapi ia adalah suatu gemeinschaft, persekutuan dalam Kristus Tuhannya. Dengan demikian, ia berakar baik dalam Gereja maupun dalam nusa dan bangsa Indonesia. Sebagai suatu bagian dari Iman dan Roh, ia berdiri di tengah-tengah dua proklamasi; Proklamasi Kemerdekaan Nasional, dan Proklamasi Tuhan Yesus Kristus dengan Injil-Nya, yaitu Injil Kehidupan, kematian, dan kebangkitan”.
Dalam rapat pembentukan ini pimpinan PMKI dijadikan pimpinan GMKI. Tetapi hal ini tidak berlangsung lama karena ada kesepakatan untuk mengangkat Dr. C. Siregar dan Tine Frans sebagai ketua umum dan sekjen. Pertemuan resmi antara kedua organisasi ini terjadi pada bulan Desember 1950, dan dilihat sebagai Kongres I GMKI.
Ada dua hal penting dari pidato Laimena, yang dapat dikatakan sebagai warna dari GMKI yaitu tentang gerakan Oikumene dan Nasionalisme. Pertanyaannya bagaimana GMKI menyadari posisinya itu dan melakukan secara proposional akan tugas dan panggilannya di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara Indonesia ? Hal ini bisa kita lihat bersama dalam perjalanan sejarahnya sampai saat ini. Untuk itu selanjutnya tulisan ini akan mengungkapkan hal tersebut, khususnya dengan mengamati hasil-hasil kongres GMKI yang telah dilaksanakan.
Dalam Kongres I GMKI hal penting yang dibicarakan adalah bagaimana pelayanan yang efektif bagi anggota sebagai unit terkecil organisasi, terutama dengan kegiatan-kegiatan PA, sehingga mereka dimampukan untuk menjadi saksi Kristus dalam dunia mahasiswa di Indonesia. Perlu juga kita ketahui, pada tahun 1950, tepatnya pada tanggal 22 Mei terbentuklah Dewan Gereja-Gereja Indonesia (DGI) yang dipelopori oleh tokoh-tokoh yang sebelumnya dibina oleh GMKI.
Pada bulan Oktober 1952, berlangsung Kongres Nasional II GMKI. Dalam Kongres ini ditetapkan AD/ART GMKI dan didasarkan atas Alkitab yang menyaksikan Yesus Kristus adalah Anak Allah dan Juru Selamat. Persoalan pokok yang dibicarakan dalam Kongres ini adalah tentang program pelayanan anggota.
Kongres selanjutnya diadakan di Jogjakar1ta tahun 1953. Kongres IV di Surabaya tahun 1954, Kongres V di Bandung tahun 1955, Kongres VI di Sukabumi tahun 1956 yang menggumuli eksistensi dan identitas GMKI agar tetap independen dan tidak tergoda untuk bernaun dibawah salah satu kekuatan partai politik. Disamping itu kongres ini mengadakan perubahan AD/ART.
Kongres VII berlangsung di Kaliurang tahun 1959, Kongres VIII di Surabaya tahun 1961. Dan ini merupakan Kongres I pada dekade 60-an. Dekade ini dikenal sebagai konsolidasi, sedangkan dekade 50-an sebagai masa pertumbuhan. Perlu kita catat pula bahwa pada tahun 1961, atas inisiatif GMKI, talah dipertemukan dua organisasi Pemuda Kristen, yakni MPK dan PPKI untuk melebur diri manjadi satu organisasi yang sekarang kita kenal dengan GMKI.
Dari Kongres-Kongres tersebut kita melihat bahwa dalam sejarah perjalanan dan perkembangannya GMKI terus setia dengan apa yang menjadi cita-cita awal ia didirikan untuk menjadi saksi orang Kristen di negara Indonesia. 

Tinggi iman, tinggi ilmu, tinggi pengabdian.
UT OMNES UNUM SINT
 Syalom.

Selasa, 06 November 2012

Cara Bikin Novel

MAU BIKIN NOVEL?

Membuat novel memang sudah pasti akan membutuhkan energi dan waktu yang lebih banyak dibandingkan membuat tulisan pendek seperti cerpen atau artikel. Secara garis besar yang perlu dilakukan dalam menulis novel – atau buku – adalah:
* Langkah pertama: mencari/mendapatkan ide
* Langkah kedua: ide dikembangkan menjadi sinopsis. Di tahap ini kita juga sudah harus menentukan karakteristik para tokohnya.
* Langkah ketiga: sinopsis dikembangkan menjadi storyline
* Langkah keempat: storyline dikembangkan menjadi draft awal
* Langkah kelima: draft awal disempurnakan untuk menjadi draft akhir

Senin, 05 November 2012

My Oppa


Biodata    Cho Kyuhyun "SuJu"








Name asli : 조규현 Cho Kyuhyun
Nama panggung : 규현 Kyuhyun
Nama chinese : 趙奎賢, Zhao Kui Xian
Dalam tulisan jepang : チョ・ギュヒョン
Tanggal lahir : 3 Februari 1988
Zodiac : Aquarius
Kewarganegaraan : Korea Selatan 
Pekerjaan Ayah : Pemilik lembaga pendidikan 
Saudari : Cho Ara
Anak ke : 2 dari 2 bersaudara
Tinggi : 180 cm
Berat : 68 kg
Golongan darah : A
Pendidikan : Sekolah Menengah Shinchung, Sekolah Perguruan Tinggi Yumkwang, Universitas Kyunghee
Casting : Chin Chin Singing Competition, 3rd place
Tampilan pertama : “New Single Jacket Photoshoot” – news on television.
Debut : 08/2005
Group : Super Junior K.R.Y., Super Junior China
Cyworld : sneezes
Iple : gamekyu

Makalah Sistem Ekonomi Indonesia

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Sejak timbulnya krisis ekonomi yang dipicu oleh krisis moneter pada pertengahan tahun 1997, pertumbuhan ekonomi terhenti dan laju inflasi meningkat pesat yang berakibat taraf hidup rakyat Indonesia merosot tajam. Jumlah penduduk miskin dan tingkat pengangguran meningkat pesat. Langkah-langkah pemulihan dan reformasi ekonomi untuk menggerakkan perekonomian dan memulihkan kesejahteraan rakyat selama periode 1997-1999 dirasakan berjalan lambat.
Krisis ekonomi telah mengangkat ke permukaan beberapa kelemahan penyelenggaraan perekonomian nasional. Berbagai distorsi yang terjadi pada masa lalu telah melemahkan ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi krisis, menimbulkan berbagai bentuk kesenjangan sosial, dan menghambat kemampuan untuk mengatasi krisis dengan cepat. Kurang meratanya penyebaran pelaksanaan pembangunan telah menimbulkan kesenjangan pertumbuhan antardaerah, antara perkotaan dan perdesaan, antarkawasan seperti kawasan barat dan kawasan timur Indonesia, maupun antargolongan masyarakat sehingga gejolak sosial menjadi sangat mudah terjadi, dimana sistem ekonomi Indonesia tidak berjalan maksimal dan seefisien mungkin.
Kemiskinan dan pengangguran merupakan salah satu masalah ekonomi yang saat ini belum dapat teratasi, bahkan presiden kita, Susilo Bambang Yudhoyono, mengklaim bahwa dirinya telah berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran. Namun bila kita lihat saat ini, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum dapat merasakan hidup layak seperti kita. Disinilah kita mahasiswa, khususnya mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, dituntut untuk dapat mensejahterakan masyarakat yang belum memperoleh hidup layak dengan mengurangi tingkat kemiskinan dan juga pengangguran.
Kapitalis dalam kebijakan termodernya adalah Neo-liberalisme, dimana negara diminta melepas segala intervensinya kepada dunia usaha/pemodal. Maka dalam dekade sepuluh tahun terakhir Indonesia telah masuk dalam skema Neo-liberalisme. Sistem ekonomi Neo-liberalisme yang terus berkembang ini mulai menggerogoti sistem ekonomi kita yang berlandaskan pada filsafat Pancasila dan UUD 1945. Sehingga timbul pertanyaan dalam benak kita, bagaimana cara menghadapi ketidakefisiennya sistem ekonomi Indonesia, kemiskinan dan pengangguran serta sistem Neo-liberalisme?

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan, yaitu sebagai berikut :
1.      Gambarkan secara skematis kegagalan dari suatu sistem ekonomi Indonesia sebagai akibat tidak efisiensinya kebijakan-kebijakan ekonomi dan lemahnya pelaksanaan dan kepatuhan terhadap asas demokrasi ekonomi dan bagaimana mengefektifkan sistem ekonomi Indonesia hingga dapat mewujudkan tujuan sistem ekonomi Indonesia.
2.      Masih tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran sebenarnya menunjukkan belum efektifnya sistem ekonomi Indonesia. Apa yang menjadi penyebab sistem ekonomi Indonesia tidak efektif?
3.      Bagaimana sistem ekonomi Indonesia yang berlandaskan filsafat Pancasila danUUD 1945 menghadapi sistem ekonomi Neoliberalisme yang dari waktu ke waktu terus berkembang.
1.3.  Tujuan Penulisan
1.3.1. Untuk mengetahui dan memahami apa saja yang menyebabkan tidak efektifnya sistem ekonomi Indonesia (termasuk akibat meningkatnya pengangguran dan kemiskinan) serta bagaimana cara mengatasinya.
1.3.2. Mengetahui bagaimana upaya yang ditempuh Indonesia dalam menghadapi sistem ekonomi Neoliberalisme yang dari waktu ke waktu terus berkembang dan mempengaruhi perekonomian Indonesia.

1.4.  Manfaat Penulisan
1.4.1. Dapat mengetahui dan memahami penyebab tidak efektifnya sistem ekonomi Indonesia dan cara menghadapi ekonomi neoliberalisme.
1.4.2. Memberikan  pengetahuan dan pengalaman pada pembaca, tentang upaya apa saja yang dilakukan Indonesia, baik itu yang sudah terealisasi untuk diterapkan maupun belum dalam mengatasi ketidakefektifan sistem ekonomi Indonesia (termasuk akibat meningkatnya pengangguran dan kemiskinan) serta menghadapi sistem ekonomi Neoliberalisme yang dari waktu ke waktu terus berkembang dan mempengaruhi perekonomian Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Sistem Ekonomi Indonesia
Istilah “system” berasal dari kata “systema” yang berasal dari bahasa “Yunani”, yang dapat diartikan sebagai keseluruhan yang terdiri dari macam-macam bagian.
Menurut Chester A.Bernard, Sistem adalah satu kesatuan yang terpadu secara holistic, yang didalamnya terdiri dari bagian-bagian dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri. Dan masing-masing bagian memiliki keterkaitan yang mendukung dalam sistem yang holistic tersebut.
Dumairy (1996), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan salam tatanan suatu kehidupan.
Gregory Grossman, Sistem ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur terdiri atas unit-unit dan agen-agen ekonomi serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi, melainkan juga sampai tingkat tertentu saling menopang dan mempengaruhi (“…system is the nation that the varios parts and components (economics units and agents, institutions) not only interconnect ang interact but do so with a certaindegree of mutual consistency and coherence…)”.
Jadi, sistem ekonomi Indonesia ialah mencakup seluruh proses dan kegiatan masyarakat Indonesia  dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup atau mencapai kemakmuran. Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia, hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing- masing negara. Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan- aturan atau cara- cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian.
Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
 
 
Gambar 1. Skema Gagalnya Sistem Ekonomi di Indonesia


2.2. Penyebab Lemahnya Pelaksanaan dan Kepatuhan Asas Demokrasi Ekonomi Terhadap Sistem Ekonomi Indonesia
Sebuah perekonomian yang menjunjung tinggi asas-asas demokrasi, yang mampu memberikan peluang yang sama kepada segenap rakyat untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, selalu menjadi harapan rakyat Indonesia. Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah Sistem Ekonomi Pancasila, yang di dalamnya terkandung demokrasi ekonomi. Demokrasi Ekonomi berarti bahwa kegiatan ekonomi dilakukan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pengawasan pemerintah hasil pemilihan rakyat. Dalam pembangunan ekonomi masyarakat berperan aktif, sementara pemerintah berkewajiban memberikan arahan dan bimbingan serta menciptakan iklim yang sehat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu ciri positif demokrasi ekonomi adalah potensi, inisiatif, daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum. Dalam hal ini negara sangat mengakui setiap upaya dan usaha warga negaranya dalam membangun perekonomian.
Namun pengalaman ekonomi Indonesia selama ini menunjukkan masih mahalnya demokrasi ekonomi bagi rakyat, sehingga sebagian besar aktivitas ekonomi masih didominasi pemilik modal dan menyisakan hanya sedikit ruang bagi rakyat secara keseluruhan. Hal ini masih ditambah dengan posisi pemerintah yang belum secara optimal mampu mengalokasikan sumber daya ekonomi secara adil kepada seluruh pelaku ekonomi. Bahkan yang kerap terjadi adalah kalahnya pemerintah terhadap tekanan dan permintaan para pemilik modal, sehingga melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak hanya kepada segelintir orang, dan menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi sebagian besar rakyat.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya mengembalikan demokrasi ekonomi sebagai dasar perekonomian nasional pada posisi idealnya sehingga mampu mengembalikan harapan rakyat akan sebuah sistem ekonomi yang berkeadilan sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pengembangan kehidupan sebagian besar rakyat. Dengan melihat pengembangan ekonomi rakyat, kita dapat melihat bagaimana demokrasi ekonomi di Indonesia berkembang dan upaya-upaya strategis dalam meningkatkan perannya bagi perekonomian nasional.

2.3. Mengefektifkan Sistem Ekonomi Indonesia
Perekonomian Indonesia saat ini menurut Presiden dalam Kompas, 24 Desember 2011, sedang berada pada pertumbuhan yang baik. Namun, pertumbuhan ekonomi yang bagus itu terhambat oleh tiga persoalan, yaitu masalah korupsi, infrastruktur dan birokrasi. Presiden berharap dalam tiga tahun kedepan tiga persoalan tersebut sudah tuntas jika absen dari menangani ketiga masalah ini, akan berdampak besar pada perkembangan ekonomi Indonesia kedepannya. Indonesia sekarang ini sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Presiden, korupsi itu tugas semua pihak. Penegak hukum yang lain di luar Pemerintah juga perlu benar-benar mengefektifkan pemberantasan korupsi. Dalam hal pembenahan infrastruktur, Presiden meminta pada seluruh jajaran pemerintah untuk memobilisasi potensi yang ada. Dan pada hambatan birokrasi ini harus ditanggapi dengan sungguh melakukan perubahan fundamental. Dengan pendapatan nasional per tahun, Indonesia juga mampu memberikan kemajuan. Jika dilihat dari Pendapat Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini menempati urutan ke-18 dari dua puluh negara yang mempunyai PDB terbesar di dunia.
Pada sektor pertanian, Pemerintah akan menaikkan harga pembelian gabah dan beras dengan alasan untuk mengamankan harga petani karena hasil panen yang merosot hingga separuhnya dikarenakan terserang penyakit busuk batang. Di sektor lain, rencana Pemerintah yang akan menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk beban subsidi. Dengan ini, Pemerintah berharap agar rakyat beralih pada Bahan Bakar Gas (BBG).
Ada pun cara untuk mengefektifkan kembali sistem ekonomi Indonesia adalah sebagai berikut :
a.       Sumber daya alam merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar, sumber daya alam harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Sumber daya alam yang kita hasilkan dapat kita ekspor dalam bentuk bahan mentah sehingga dapat memberikan keuntungan buat pendapatan negara.
b.      Menghindari adanya pasar bebas, seperti contohnya pemberlakuan pasar bebas ASEAN-China yang menimbulkan implikasi yang sangat negatif. Invasi produk asing terutama dari China di tengah lemahnya infrastruktur ekonomi, modal, daya saing, dan dukungan pemerintah, dapat menyebabkan hancurnya sektor-sektor ekonomi yang diserbu.
c.       Salah satu kunci untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi adalah sejauh mana bisa memberikan nilai tambah dari setiap proses produksi yang ada. Nilai tambah hanya bisa dilakukan oleh mereka yang kreatif dan inovatif. Untuk itulah setiap negara berkonsentrasi mengembangkan sumber daya manusia agar menjadi manusia yang berkualitas. Negara harus memberi kesempatan yang sama kepada warganya untuk berkembang dan selanjutnya memperbaiki kehidupan mereka.
d.      Kita harus berani kembali menegakkan kemandirian bangsa dengan melakukan terobosan yang inovatif dan kreatif. Inovasi dan kreativitas memang selalu harus menerobos penghalang yang sudah menjadi aturan main, konvensi, dogma dan doktrin. Kemandirian harus dijadikan tolok ukur keberhasilan, yakni apakah rakyat atau masyarakat menjadi lebih mandiri (baca: bebas) atau malah semakin bergantung. Misalnya, apakah petani kita lebih bebas atau malah semakin bergantung pada basil industri (seperti pupuk), apakah industri kita lebih bebas atau malah semakin bergantung pada bahan baku impor, atau apakah negara kita lebih mampu memupuk modal atau malah semakin bergantung pada utang luar negeri. Jika Indonesia mandiri mengelola kekayaannya, rakyat Indonesia bisa lebih makmur minimal 5 kali lipat daripada sekarang.
e.       Dan juga dengan mengefektifkan kembali sistem ekonomi yang pernah kita gunakan sebelumnya yaitu seperti sistem ekonomi demokrasi/Pancasila, sistem ekonomi pasar, sistem ekonomi campuran dan lain-lain. Dengan demikian perekonomian Indonesia dapat dikendalikan dengan baik tanpa adanya keterkaitan campur tangan asing.
Berikut beberapa pendapat para ahli ekonomi tentang bagaimana cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu negara :
1.      Karl Bucher, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah melalui 3 tingkat, yaitu :
a.       Produksi atau kebutuhan sendiri
b.      Perekonomian kota, dimana pertukaran sudah meluas
c.       Perekonomian nasional dimana peranan pedagang tampak makin penting. Jadi, barang itu diproduksi untuk pasar.

2.      W.W Rostow, dalam bukunya “The Stages of Economic Growth”. Mengemukakan bahwa proses pertumbuhan ekonomi dapat dibedakan dalam 5 tahap dan setiap negara di dunia dapat digolongkan ke dalam salah satu tahap dari lima tahap pertumbuhan ekonomi tersebut. Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi Rostow adalah :
a.       Tahap masyarakat tradisional
b.      Tahap prasyarat lepas landas
c.       Tahap lepas landas
d.      Gerakan kearah kedewasaan
e.       Masa konsumsi tinggi

Gambar 1. Skema gagalnya sistem ekonomi Indonesia
2.4.Penyebab Sistem Ekonomi Indonesia Tidak Efektif
(Meningkatnya Pengangguran dan Kemiskinan)
Jika melihat kondisi perekonomian Indonesia yang secara makro menunjukkan performa yang baik, namun di sisi lain realitas pengangguran dan kemiskinan yang masih menyelimuti sebagian besar rakyat Indonesia pertumbuhan ekonomi yang dicapai belum dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan karena distribusi pendapatan belum merata.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tingginya pengangguran dan kemiskinan, Pertama, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan ditopang oleh sektor-sektor yang memiliki elastisitas lapangan kerja rendah, tidak akan menyelesaikan masalah kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi seperti ini umumnya lebih memberikan keberpihakan kepada pengembangan sektor sektor tertentu sehingga mempersempit peluang berkembangnya sektor lain, yang pada akhirnya akan berakibat pada berkurangnya jenis lapangan kerja yang tersedia. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun ditopang oleh keberadaan industri milik negara yang memperoleh sejumlah proteksi tertentu juga tidak menjamin akan dapat menyelesaikan kemiskinan. Ketiga, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan ditopang oleh industri canggih juga berpotensi untuk memperparah masalah kemiskinan dan pengangguran jika struktur tenaga kerja yang ada didominasi oleh tenaga kerja berkemampuan rendah (low skill labour). Keempat, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan tetapi dengan ditunjang oleh kekuatan ekonomi yang bersifat terkonsentrasi juga tidak akan sanggup mengatasi masalah kemiskinan (Rajasa, 2007). Di samping itu, setidaknya beberapa penyebab masih tingginya kemiskinan dan pengangguran di Indonesia adalah:
a.       Iklim investasi yang belum kondusif (kepastian hukum dan kelambanan birokrasi),
b.      Investasi pemerintah yang belum optimal dalam penyediaan fasilitas publik,
c.       Faktor eksternal ekonomi global (melambatnya laju pertumbuhan ekonomi global dan melambungnya harga minyak).
Cara yang efektif mengurangi kemiskinan yaitu dengan kebijakan yang tepat, adalah dengan membangun sistem kesejahteraan sosial (social welfare) antara lain melalui program semacam bantuan tunai langsung. Program-program membangun aset baik di negara-negara berkembang maupun maju adalah upaya untuk menstimulasi semakimal mungkin kaum miskin untuk menghasilkan pendapatan dari utilisasi aset produktif dan bisa menabung untuk mengantisipasi keadaan-keadaan tak terduga (precautionary saving) serta mulai membiasakan untuk melakukan investasi yang bertujuan untuk menopang ketidakstabilan pendapatan dan meningkatkan kemampuan mereka untuk keluar dari kubangan kemiskinan.
Pemerintah sudah seharusnya bisa memfasilitasi pengangguran dengan memberikan kemudahan dan akses untuk berusaha. Dalam hal ini ada baiknya pemerintah sesegera mungkin membantu para pegiat ekonomi lemah dan kaum miskin ini dengan memberikan kemudahan-kemudahan seperti dalam aspek hukum (legal) dan jaminan akan property rights seperti yang dianjurkan oleh Hernando de Soto (2000) dalam bukunya yang legendaris “The Mystery of Capital”.
Melihat dampak yang lebih banyak merugikan negara kita, kiranya perlu dilakukan beberapa upaya yang cepat dan menyeluruh. Dalam menghadapi tidak efektifnya sistem ekonomi yang cenderung kurang menguntungkan bagi Indonesia, ada beberapa upaya yang harus ditempuh oleh pemerintah, yaitu :
a.       Memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk lebih mencintai produk dalam negeri dengan terus meningkatkan mutu produk-produk dalam negeri agar lebih berkualitas. Misalnya dengan menggiatkan program “Aku Cinta Produk Indonesia (ACI )”.
b.      Melakukan negosiasi ulang kesepakatan perdagangan bebas atau minimal menundanya, terutama untuk sektor-sektor yang belum siap.
  1. Melakukan seleksi produk untuk melindungi industri nasional.
  2. Mencabut pungutan retribusi yang memberatkan dunia usaha di daerah, agar industri lokal menjadi lebih kompetitif.
  3. Pengetatan pemeriksaan barang masuk di pelabuhan harus dilakukan juga, karena negara lain juga melakukan hal yang sama.
  4. Memberikan kemudahan dalam bentuk pendanaan, dengan cara kredit usaha dengan bunga yang rendah.
  5. Mengaktifkan rambu-rambu nontarif, seperti pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI), ketentuan label, dan sejumlah peraturan lainnya terkait dengan pengamanan pasar dalam negeri.
  6. Memperbaiki berbagai kebijakan ekonomi untuk menghadapi ketidakefektifkan sistem ekonomi Indonesia.
Tetapi secara jangka panjang upaya-upaya tersebut tidak bisa digunakan secara permanen. Sebagai bagian dari masyarakat dunia, bangsa ini tidak bisa mengelak dari kebijaksanaan global tersebut. Masyarakat industri harus berjuang dengan keras untuk memenangkan persaingan global yang semakin mengancam tersebut, maka di sini dibutuhkan suatu kejelian. Oleh karena itu, negara dunia ketiga harus saling membahu dalam menciptakan tata dunia yang adil dengan menggalang seluruh kekuatan yang tersedia, baik dalam bentuk kebijakan maupun koalisi untuk penyusunan skenario ekonomi dunia yang adil agar ketidakefektifan sistem ekonomi kembali terjadi di Indonesia.
2.5. Cara Menghadapi Sistem Ekonomi Neo-Liberalisme
Secara umum paham ini lahir dari rahim aliran filsafat liberalisme atau paham serba bebas. Pencetusnya dua filosof Inggris abad ke-17 M, Thomas Hobbes dan John Locke. Aliran ini berkembang pasat pada abad ke-18 M. Menurut dua filosof ini dalam kodratnya manusia bukanlah mahluk altruistik atau cinta kepada masyarakat. Karena itu cenderung pula tidak kooperatif atau bekerja sama dengan sesama anggota masyarakat.
Istilah neo-liberalisme sebenarnya telah lama diperkenalkan di Indonesia, yaitu oleh Mohammad Hatta dalam bukunya Ekonomi Terpimpin (1959). Sebutan ini merujuk kepada pemikiran tiga filosof ekonomi terkemuka pasca-Perang Dunia II, yaitu Walter Euchen, Friedrich von Hayek, dan Wilhelm Ropke.
Secara garis besar pendirian neo-liberalisme dapat digambarkan sebagai berikut: Pertama, ia merupakan paham yang menekankan pada kekuasaan pasar. Menurut paham ini adanya pasar bebas tanpa pengawasan dan regulasi yang ketat akan memungkinkan pesatnya pertumbuhan ekonomi. Kedua, untuk meminimalkan peranan negara dilakukan pemotongan besar-besaran anggaran negara untuk sektor-sektor seperti pelayanan sosial termasuk kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan juga kebudayaan dan keagamaan. Suplai dan subsidi bahan bakar dan air juga dikurangi, sehingga beban masyarakat bertambah berat. Biaya pendidikan dan kesehatan bertambah mahal. Ketiga, deregulasi. Perusahan-perusahaan besar wajib mengenyampingkan regulasi dari pemerintah apabila keuntungan yang mereka peroleh berkurang. Dalam kaitan ini pasar mempunyai kekuasaan untuk mengatur opini dan pemikiran masyarakat, yaitu melalui media yang mereka miliki atau kuasai. Keempat, privatisasi. Dengan privatisasi perusahaan negara terbuka peluang bagi investor asing untuk menguasai dunia perbankan , sarana transportasi, media informasi dan komunikasi, bahkan media cetak, elektronik, dan penerbitan buku, sekolah, lembaga penelitian sosial dan keilmuan, lembaga keagamaan, dan lain sebagainya.
Seperti sistem pemerintahan dan politik lain, sebuah sistem ekonomi kemasyarakatan senantiasa didasarkan atas pemikiran atau dasar falsafah tertentu. Demikian neo-liberalisme yang sering diperdebatkan selama beberapa tahun terakhir ini dan dipandang menggerogoti dasar-dasar falsafah bangsa kita, Pancasila, serta sistem sosial, politik, ekonomi dan pemerintahan dicita-citakan Mukadimah UUD 1945 dan batang tubuhnya. Oleh sebab itu, neo-liberalisme tidak hanya bisa diperdebatkan hanya dalam lingkup ilmu ekonomi, tetapi juga dari perspektif sejarah pemikiran filsafat. Sebagai aliran pemikiran kemasyarakatan, neo-liberalisme sering dikaitkan dengan sistem ekonomi pasar bebas dan berakar dari perpaduan pemikiran sosial, politik dan ekonomi, serta anthropologi falsafah seperti liberalisme, utilitarianisme, individualisme, materialisme, kapitalisme, hedonisme, dan lain sebagainya.
Neoliberalisme, bahkan kapitalisme, sudah tidak lagi memberi kita gambaran masa depan. Sebagai sebuah bangsa yang punya cita-cita besar, yaitu masyarakat adil dan makmur, kita tidak mungkin menyandarkan pencapaian cita-cita itu kepada sebuah sistem yang sudah terbukti gagal. Oleh karena itu, sudah waktunya bangsa Indonesia berani meninggalkan neoliberalisme.
Lalu, apa solusinya: para pendiri bangsa sebetulnya sudah menitipkan sebuah cara mengorganisir ekonomi yang baik dan bisa memakmurkan rakyat, yaitu pengorganisasian ekonomi menurut pasal 33 UUD 1945. Dengan menerapkan pasal 33 UUD 1945, misalnya, maka perekonomian akan disusun sebagai usaha bersama berdasar azas kekeluargaan. Ini jelas bertentangan dengan neoliberalisme, juga kapitalisme, yang mengharuskan kompetisi bebas dan kemakmuran untuk segelintir orang. Dengan pasal 33 UUD 1945 juga, cabang-cabang produksi yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak bisa dikuasai negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Ini jelas merupakan antitesa terhadap model ekonomi neoliberalisme sekarang, dimana cabang-cabang produksi yang penting, termasuk layanan publik yang sifatnya dasar, diserahkan kepada swasta dan menjadi objek menggali keuntungan.
Lalu, jika pasal 33 UUD 1945 diterapkan, kita bisa berdaulat terhadap kekayaan alam kita dan mempergunakannya demi kemakmuran rakyat. Selama ini kekayaan alam hanya dikeruk oleh pihak swasta (nasional dan asing) untuk kemakmuran mereka, sedangkan rakyat Indonesia menerima kerugian besar berupa perampasan tanah, pelanggaran HAM, dan kerusakan lingkungan.


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dari pembahasan dalam bab sebelumnya, dapatlah ditarik suatu kesimpulan seperti di bawah ini:
3.1.1. Sistem ekonomi Indonesia ialah mencakup seluruh proses dan kegiatan masyarakat Indonesia  dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup atau mencapai kemakmuran.
3.1.2. Dampak positif yang ditimbulkan akibat seringnya pergantian sistem ekonomi di Indonesia,  seperti memperluas pasar dan menambah keuntungan serta adanya transfer teknologi, ternyata tidak dirasakan secara signifikan oleh semua kalangan. Justru yang dirasakan adalah pertama peran negara sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat semakin tereduksi oleh kekuatan pasar yang tidak mempunyai agenda sosial dan usaha pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Kedua, Adanya hambatan nontarif yang menyebabkan tingginya tingkat pengangguran, kemiskinan, ketidakseimbangan, dan lumpuhnya perekonomian nasional.
3.1.3. Beberapa upaya yang telah maupun belum terealisasi ditempuh oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi tidak efektifnya sistem ekonomi Indonesia dan sistem ekonomi Neoliberalisme yang dari waktu ke waktu terus berkembang dan mempengaruhi perekonomian Indonesia, antara lain yang paling mendasar dan pokok ialah dengan memperbaiki kebijakan ekonomi dan program Indonesia terkait dengan sistem ekonomi, menanamkan pendidikan cinta produk dalam negeri sejak dini, memberdayakan SDA semaksimal mungkin, menambah nilai tambah produk kita serta meningkatkan kualitas produk-produk di dalam negeri.
3.1.4. Pemerintah dan DPR diharapkan memiliki visi yang sama dalam mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran dengan mengalokasikan anggaran untuk membuat kebijakan mengoptimalkan modal kerja bagi masyarakat miskin yang berdampak jangka panjang, dukungan terhadap infrastruktur di pedesaan. Pemerintah pusat dan peran pemerintah daerah sangat dimungkinkan untuk memfasilitasi program ini.
3.1.5. Menerapkan kembali pasal 33 UUD 1945 agar dapat mencegah neoliberalisme semakin mempengaruhi perekonomian Indonesia.
3.2. Saran
Saran dari penulis yang mungkin dapat memberikan sedikit masukan ialah:
3.2.1.  Pemerintah perlu memperhitungkan kembali  sistem ekonomi Indonesia yang Bebas Aktif, serta harus bisa bertindak tegas dan berpedoman pada falsafah Bangsa Indonesia yaitu Pancasila dalam setiap mengambil kebijakan.
3.2.2.  Kemudian upaya-upaya yang belum terealisasi tersebut hendaknya segera dilaksanakan apabila dirasa dapat menstabilkan ekonomi Indonesia.
3.2.3.  Serta sebaiknya pengalaman dalam sejarah perkembangan bangsa Indonesia yang telah lalu dijadikan guru  yang terbaik.

DAFTAR PUSTAKA
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/01/pelaku-pelaku-ekonomi-dalam-sistem-perekonomian-indonesia-3/
http://edysuandi.staff.uii.ac.id/2012/02/24/memperkuat-basis-demokrasi-ekonomi-melalui-pengembangan-ekonomi-rakyat/ 
http://www.keuanganlsm.com/article/demokrasi-ekonomi-dalam-perspektif/